Antioksidan Anggur Hambat Kanker

9 Juni 2008

Apapun warnanya, anggur menarik untuk disantap. Buah tersebut merupakan pilihan diet untuk pengidap kanker, diabetes melitus (DM), HIV/AIDS, hingga pengidap jantung koroner.

Kandungan antioksidan anggur tergolong tinggi, anggur kaya antioksidan jenis flavonoid, provitamin A, vitamin C, dan B. juga, besi, fosfor, kalsium, dan kalium. Jika kurang suka jeruk, buah anggur bisa menjadi substitusi. Dalam 100 gram anggur terdapat 10,8 ml vitamin C. Dianjurkan konsumsi anggur cukup 100 gram per hari. Sisa kebutuhan vitamin C bisa dipenuhi dari bahan makanan lain.

Flavonoid dalam anggur, mencegah penyakit jantung koroner. Semakin gelap warna anggur, semakin tinggi kadar fenolnya. Fenol mempunyai efek kardioprotektif sangat kuat. Oksidasi LDL (kolesterol jahat) mampu dicegah. Senyawa flavonoid itu menghambat penggumpalan darah, merangsang pelebaran pembuluh darah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sayang, bentuk flavonoid pada anggur dan sayur sangat kompleks. Dampaknya, bahan itu menjadi sangat sulit dicerna dan diserap. Begitu melalui proses fermentsi menjadi wine, kompleks itu terurai sehingga mudah terserap tubuh. Wine, juga mengandung cromium yang merupakan mikronutrien yang harus disuplai dari luar. Cromium tersebut disebutkan untuk mengaktifkan insulin. Untuk penderita DM, wine meningkatkan kerja ginjal.

Namun, kandungan alkohol di dalamnya membuat minuman itu harus diperhitungkan dengan teliti. Sebab, alkohol dalam jumlah besar berdampak buruk. Mekanismenya, alkohol mudah sekali diubah menjadi energi oleh tubuh. Itu terkait dengan penyerapan di lambung yang cepat. Tapi, tubuh tak mampu menerima dalam jumlah banyak. Dampaknya, seseorang bisa hilang kesadaran. Sementara itu, kandungan magnesium menjadi elemen penting untuk pergerakan fases.

Bahkan, toksin dalam hati dan ginjal mampu dibersihkan buah tersebut. Perpaduan kalium, natrium dan klorida dalam anggur menyuplai elektrolit. Elektrolit berfungsi menjaga keseimbangan reaksi biokimia tubuh. Anggur bersifat basa sehingga menetralkan darah yang terlalu asam dan berefek merugikan tubuh. Kalium ikut mengendalikan tekanan darah. Karena itu, anggur boleh dikonsumsi pengidap hipertensi.


FALSAFAH LALAT DAN LEBAH

10 Mei 2008

Muhammad Najib

Siapa yang tidak kenal dengan makhluk yang bernama lalat. Ya, serangga bertubuh hijau dan bermata bulat yang selalu dituduh sebagai pembawa penyakit diare ini, semua orang pasti mengenalnya. Karena memang habitat lalat tidak jauh dari tempat tinggal manusia. Kita bisa menemui lalat di berbagai tempat di sekitar kita. Lalat selalu suka hinggap pada tempat-tempat kotor, seperti sampah, kotoran binatang maupun kotoran manusia yang tidak berada pada tempat semestinya. Makanan dan buah-buahan yang telah membusuk maupun benda-benda kotor lain sering kali menjadi tempat tinggal yang nyaman baginya. Dimanapun lalat hinggap, di tempat itu pula dia menebarkan kotoran yang dia bawa dari tempat lain yang menyebabkan tempat itu menjadi kotor atau membusuk bila dibiarkan terlalu lama lalat mampir di tempat tersebut.

Tapi sekotor apapun lalat, dia punya harga diri. Dia punya manfaat. Disebutkan dalam hadits Nabi, bahwa lalat membawa racun yang menjadi biang diare pada sayap bagian kiri dan membawakan penawarnya pula pada sayap bagian kanan.

Lain halnya dengan tawon atau lebah. Semua pasti tahu, bahwa lebah adalah jenis serangga yang baik dan ramah lingkungan. Makanannya adalah sari pati bunga atau nektar yang kemudian diolah oleh kelompoknya menjadi royal jelly dan madu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Madu yang dihasilkan lebah bisa dijadikan obat dan penawar dari berbagai jenis racun. Bahkan hadits Nabi Muhammad SAW menyebutkan, madu adalah rajanya obat.

Tawon tidak pernah meresahkan masyarakat. Keberadaannya dijaga dan dipelihara manusia. Dimanapun tawon singgah di situ pula dia menanam kebaikan. Dia tidak pernah meninggalkan kotoran dan penyakit pada tempat persinggahannya. Tapi jangan coba untuk mengganggunya kalau tidak ingin mendapatkan amarah dari sang lebah yang menyebabkannya mengeluarkan senjata andalan. Ya, senjata kecil nan mungil namun tajam dan mampu melumpuhkan siapa saja yang mengganggunya.

Ibarat manusia ada yang jahat juga ada yang baik. Manusia jahat laksana lalat yang selalu bikin onar dan keributan. Keberadaannya tak pernah membuat ketentraman pada sesamanya. Dimana dia singgah, di situ dia tinggalkan noda, dia tanamkan fitnah dan sedikit manfaat yang bisa dipetik darinya.

Manusia yang baik, beriman dan bertakwa diibaratkan sebagai seekor lebah. Insan yang beriman dan bertakwa tidak akan mau makan makanan haram. Dia berusaha menjaga dirinya dari makanan yang bisa menyebabkan dirinya terjerumus ke dalam neraka. Jangankan yang haram, yang mubah-boleh dimakan-pun dia masih berhati-hati dalam mengonsumsinya.

Dimanapun dia tinggal, ketentraman selalu dia jaga. Tidak akan ada keonaran yang tercipta dari dirinya, bahkan dari tangan dan lisannya tercipta manfaat-manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Oleh karena itu wahai kawan! Ambillah teladan yang telah dicontohkan kawanan lebah yang selalu rukun terhadap sesama dan selalu bermanfaat bagi lainnya. Dan janganlah kau jadikan dirimu seperti lalat-lalat hijau yang selalu menebarkan fitnah di mana-mana.

Sebaik-baik manusia adalah dia yang paling bermanfaat bagi sesama.