Antioksidan Anggur Hambat Kanker

Apapun warnanya, anggur menarik untuk disantap. Buah tersebut merupakan pilihan diet untuk pengidap kanker, diabetes melitus (DM), HIV/AIDS, hingga pengidap jantung koroner.

Kandungan antioksidan anggur tergolong tinggi, anggur kaya antioksidan jenis flavonoid, provitamin A, vitamin C, dan B. juga, besi, fosfor, kalsium, dan kalium. Jika kurang suka jeruk, buah anggur bisa menjadi substitusi. Dalam 100 gram anggur terdapat 10,8 ml vitamin C. Dianjurkan konsumsi anggur cukup 100 gram per hari. Sisa kebutuhan vitamin C bisa dipenuhi dari bahan makanan lain.

Flavonoid dalam anggur, mencegah penyakit jantung koroner. Semakin gelap warna anggur, semakin tinggi kadar fenolnya. Fenol mempunyai efek kardioprotektif sangat kuat. Oksidasi LDL (kolesterol jahat) mampu dicegah. Senyawa flavonoid itu menghambat penggumpalan darah, merangsang pelebaran pembuluh darah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sayang, bentuk flavonoid pada anggur dan sayur sangat kompleks. Dampaknya, bahan itu menjadi sangat sulit dicerna dan diserap. Begitu melalui proses fermentsi menjadi wine, kompleks itu terurai sehingga mudah terserap tubuh. Wine, juga mengandung cromium yang merupakan mikronutrien yang harus disuplai dari luar. Cromium tersebut disebutkan untuk mengaktifkan insulin. Untuk penderita DM, wine meningkatkan kerja ginjal.

Namun, kandungan alkohol di dalamnya membuat minuman itu harus diperhitungkan dengan teliti. Sebab, alkohol dalam jumlah besar berdampak buruk. Mekanismenya, alkohol mudah sekali diubah menjadi energi oleh tubuh. Itu terkait dengan penyerapan di lambung yang cepat. Tapi, tubuh tak mampu menerima dalam jumlah banyak. Dampaknya, seseorang bisa hilang kesadaran. Sementara itu, kandungan magnesium menjadi elemen penting untuk pergerakan fases.

Bahkan, toksin dalam hati dan ginjal mampu dibersihkan buah tersebut. Perpaduan kalium, natrium dan klorida dalam anggur menyuplai elektrolit. Elektrolit berfungsi menjaga keseimbangan reaksi biokimia tubuh. Anggur bersifat basa sehingga menetralkan darah yang terlalu asam dan berefek merugikan tubuh. Kalium ikut mengendalikan tekanan darah. Karena itu, anggur boleh dikonsumsi pengidap hipertensi.

Satu Tanggapan ke “Antioksidan Anggur Hambat Kanker”

  1. Laporan Berkata:

    Anggur ternyata banyak manfaatnya

Tinggalkan Balasan