BANCI, Khuntsah atau Waria?

Hemaphrodit, begitulah para ahli biologi menyebutnya. Adalah mahluk hidup dengan alat kelamin ganda, jantan dan betina. Sekalipun berkelamin ganda, mahluk hemaphrodit tidak dapat membuahi dirinya sendiri untuk berkembang biak. Dia membutuhkan individu lain untuk melestarikan keturunannya. Seperti yang terjadi pada cacing tanah, cacing tanah adalah organisme hemaphrodit berkelamin ganda. Apabila sudah waktunya berkembang biak, dia akan mencari cacing tanah yang lain untuk membuahi dirinya atau untuk dia buahi.
Keadaan berkelamin ganda bisa juga terjadi pada manusia. Orang jawa menyebutnya Wandu, sedangkan Islam menyebutnya dengan istilah Khuntsah. Bahkan syariat Islam memberikan wadah tersendiri bagi kaum khuntsah dalam kedudukannya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Khuntsah atau Wandu yang dimaksud dalam Islam bukanlah seorang pria yang berkepribadian dan/atau berpenampilan wanita (gay, banci dll.), apalagi sampai menyulap sebagian atau seluruh organ kelakiannya menjadi organ wanita. Bukan pula para wanita yang berperilaku layaknya lelaki (tomboy). “Allah melaknat para pria yang berpenampilan wanita dan wanita yang berpenampilan pria”.
Kaum gay tetaplah lelaki dan para tomboy tetaplah perempuan. Mereka tidak termasuk dalam wadah khuntsah. Khuntsah yang dimaksud dalam Islam adalah individu yang benar-benar memiliki alat kelamin ganda, bukan kepribadian ganda, itulah mereka yang memiliki syariat tersendiri dalam Islam. Tetapi pada kenyataannya sangatlah jarang ditemui individu yang benar-benar khuntsah. Andaikan ada hanyalah 1000 : 1 kejadian.
Islam dalam menghukumi mereka pun berdasarkan sifat yang dominan muncul pada individu tersebut. Apabila sifat yang muncul lebih didominasi oleh sifat kewanitaannya, maka saat itu dia dihukumi sebagai wanita. Demikian sebaliknya, apabila sifat yang muncul didominasi oleh sifat keperkasaannya (lelaki), maka saat itu pula Islam menghukumi dia sebagai lelaki.

Tinggalkan Balasan