BANCI, Khuntsah atau Waria?

14 Maret 2008

Hemaphrodit, begitulah para ahli biologi menyebutnya. Adalah mahluk hidup dengan alat kelamin ganda, jantan dan betina. Sekalipun berkelamin ganda, mahluk hemaphrodit tidak dapat membuahi dirinya sendiri untuk berkembang biak. Dia membutuhkan individu lain untuk melestarikan keturunannya. Seperti yang terjadi pada cacing tanah, cacing tanah adalah organisme hemaphrodit berkelamin ganda. Apabila sudah waktunya berkembang biak, dia akan mencari cacing tanah yang lain untuk membuahi dirinya atau untuk dia buahi.
Keadaan berkelamin ganda bisa juga terjadi pada manusia. Orang jawa menyebutnya Wandu, sedangkan Islam menyebutnya dengan istilah Khuntsah. Bahkan syariat Islam memberikan wadah tersendiri bagi kaum khuntsah dalam kedudukannya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Khuntsah atau Wandu yang dimaksud dalam Islam bukanlah seorang pria yang berkepribadian dan/atau berpenampilan wanita (gay, banci dll.), apalagi sampai menyulap sebagian atau seluruh organ kelakiannya menjadi organ wanita. Bukan pula para wanita yang berperilaku layaknya lelaki (tomboy). “Allah melaknat para pria yang berpenampilan wanita dan wanita yang berpenampilan pria”.
Kaum gay tetaplah lelaki dan para tomboy tetaplah perempuan. Mereka tidak termasuk dalam wadah khuntsah. Khuntsah yang dimaksud dalam Islam adalah individu yang benar-benar memiliki alat kelamin ganda, bukan kepribadian ganda, itulah mereka yang memiliki syariat tersendiri dalam Islam. Tetapi pada kenyataannya sangatlah jarang ditemui individu yang benar-benar khuntsah. Andaikan ada hanyalah 1000 : 1 kejadian.
Islam dalam menghukumi mereka pun berdasarkan sifat yang dominan muncul pada individu tersebut. Apabila sifat yang muncul lebih didominasi oleh sifat kewanitaannya, maka saat itu dia dihukumi sebagai wanita. Demikian sebaliknya, apabila sifat yang muncul didominasi oleh sifat keperkasaannya (lelaki), maka saat itu pula Islam menghukumi dia sebagai lelaki.


SURAT KEPADA KAWAN

14 Maret 2008

Salam persahabatan aku sampaikan

Telah lama sekali aku melupakan wajah dan nama teman-teman yang dahulu pernah satu sekolah, bahkan satu kelas dengan aku. Mungkin saat ini pula mereka juga telah melupakan aku. Dan akupun yakin mereka juga lupa padaku.

Beberapa bulan yang lalu ketika aku bongkar-bongkar hendak mencari beberapa arsip yang aku butuhkan untuk pekerjaanku, tanpa sengaja aku menemukan album kenangan saat kita dinyatakan lulus pada tahun 1997 dahulu dari sekolah kita tercinta (Mts. Almaarif Singosari). Aku langsung teringat, terbayang, melamun dan berangan saat-saat masih sekolah dulu. Aku merasakan betapa berartinya persahabatan. Aku merasa rindu pada mereka. Aku ingin kembali bersua dengan mereka. Namun aku tak tahu dimana keberadaan mereka, bagaimana mereka, begaimana cara menghubungi mereka dan entahlah banyak sekali yang terfikir olehku saat itu.
Lucu memang, di jaman yang modern seperti sekarang, di saat telpon seluler mulai bertebaran dan internet mulai menjadi suatu kebutuhan. Aku tak bisa melakukan apapun untuk menghubungi teman-teman.

Mulai terfikir olehku untuk mencari tahu kabar mereka melalui jalur internet. Barangkali ada diantara mereka yang suka ber – Friendster – ria (salah satu jalur persahabatan di dunia maya). Kucari satu demi satu nama-nama mereka di sana. Namun aku tak menemukannya. Akupun mencari alternatif lain melaui operator telpon seluler, baik GSM maupun CDMA. Namun hasilnya nihil.

Akhirnya aku berfikir lagi. Dahulu, sebelum aku ketagihan internet dan njagakno telpon seluler, aku suka sekali pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat ke beberapa saudaraku yang berada jauh dari tempatku tinggal. Rupanya surat melalui kantor pos masih relevan pada saat ini sekalipun jaman sudah modern. Kemudian terpilihlah olehku cara untuk menghubungi mereka melalui surat ini. Dan melalui blog ini pula aku mencoba mengundang kembali persahatan kita. Mudah-mudahan saja berhasil.

Aku berharap surat ini dapat menjadi tali untuk menyambung persahabatan dan persaudaraan.
Sahabatku, bila engkau telah menerima suratku ini aku sangat berharap sekali engkau bisa membalasnya. Baik melalui surat pula, atau melalui Email yang aku punya atau juga bisa langsung menghubungi nomor ponsel yang aku sertakan dalam surat ini.

Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah Yang Maha Kuasa, dan semoga pula kalian dalam keadaan sehat-sehat saja serta kebahagiaan selalu menyelimuti kahidupan kita. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Wassalam
Sidoarjo, 14 Maret 2008

(Muhammad Najib)
kangmasteler@yahoo.co.id
muhammadnajib03@gmail.com
081331028520

Kupersembahkan surat ini untuk :
Kawan-kawan Alumnus Mts. Al Maarif Singosari
Jl. Masjid no. 33 Singosari – Malang 65153