Agar Anak Tetap Bersemangat Sekolah

8 Juli 2008

Musim liburan sekolah segera berakhir. Saatnya mulai menyiapkan diri kembali ke sekolah. Namun, mengingat begitu panjangnya waktu liburan, tidak sedikit anak yang kurang bersemangat back to school. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Liburan memang sangat dibutuhkan setiap orang. Termasuk siswa-siswi sekolah. Sebab liburan bertujuan mengistirahatkan fisik dan pikiran. Namun, karena terbawa suasana santai dan menyenangkan setelah liburan, banyak anak yang segan dan malas bersekolah serta belajar. Hal itu disebabkan beberapa hal. Di antaranya liburan sekolah berarti juga libur dari aktivitas belajar. Anak juga dibebaskan tidur hingga larut dan bangun siang. Tidak hanya itu, orang tua membebaskan putra-putrinya dari aktivitas belajar, diperbolehkan main dan nonton televisi sepuasnya.

Intinya, saat liburan, anak bebas dari tugas. Begitu pula orang tua. Mereka bebas mendampingi putra-putrinya berlibur. Begitu liburan berakhir, aktivitas yang menyenangkan juga harus berakhir. Nah, itulah yang membuat anak malas kembali ke sekolah dan belajar.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari “sindrom pasca liburan” tersebut. Salah satunya adalah menganggap bahwa liburan bukan berarti libur dari aktivitas belajar. Belajar tetap dilakukan, meski waktunya tidak sepanjang hari sekolah. Orang tua dan anak harus membuat kesepakatan waktu agar aktivitas belajar dapat terlaksana.

Jika orang tua mengajak belajar, tapi ternyata anak menolak dengan alasan sudah naik kelas, orang tua harus lebih kreatif. Setidaknya orang tua bisa mencari tahu kurikulum yang akan digunakan. Dengan demikian, mereka bisa mencari bukunya terlebih dahulu. Tidak harus sama dengan kurikulum yang akan digunakan. Orang tua juga bisa lebih kreatif mencari pengetahuan lain. Tidak ada ilmu yang sia-sia.

Selanjutnya, meski libur, anak harus tetap disiplin. Bangun tepat waktu atau melakukan aktivitas lain seperti sebelum libur. Namun, bila terlanjur terjadi, tidur larut dan bangun siang misalnya, orang tua harus kembali disiplin. Apalagi waktu masuk sekolah kurang seminggu lagi. Maka, pembelajaran disiplin bisa dimulai sejak sekarang. Jangan dimulai pada satu hari sebelum masuk sekolah. Anak akan tetap malas.

Selain itu bisa juga memberi kebebasan pada anak namun tetap ada aturan mainnya. Artinya, orang tua memberikan syarat tertentu yang bisa disepakati antara anak dan orang tua. Tujuannya, anak tidak kaget ketika mulai masuk sekolah. Orang tua sebaiknya mencari aktivitas yang menarik bagi anak, jangan sekedar nonton televisi melulu.

Yang tidak kalah penting, ketika orang tua mengajak putra-putrinya ke luar kota atau bepergian jauh sebaiknya waktunya disesuaikan. Jangan sampai tiba di rumah pada satu hari sebelum masuk sekolah. Selain secara fisik mereka sudah lelah, mental mereka belum siap untuk mulai belajar.

Tidak hanya bagi orang tua, para guru juga perlu memperhatikan. Ketika memberikan pelajaran, tidak harus yang membutuhkan konsentrasi terlalu dalam. Ajak anak bercerita dan buat mereka tertarik. Di sela-sela itu, tetap diberikan pertanyaan seputar pelajaran.

Beberapa solusi tersebut sebenarnya tidak hanya berlaku bagi anak usia SD. Siswa SMP, SMA, atau bahkan mahasiswa dan mereka yang sudah bekerja bisa menerapkannya. Bedanya, anak-anak butuh bimbingan orang tua, sementara yang sudah dewasa bisa memotivasi diri sendiri.


STMJ, Komplet Dongkrak Gairah

9 Juni 2008

Juga Mujarab Buat Insomnia

Berbagai cara ditempuh pria untuk memacu gairah seksual. Salah satunya, mengkonsumsi makanan afrodisiak (pembangkit gairah seksual). Yang cukup dikenal adalah STMJ.

Perpaduan Susu, Telur, Madu, dan Jahe tersebut mampu menunjang vitalitas tubuh saat berhubungan badan. Masing-masing bahan memiliki keistimewaan, apalagi jika dipadukan.

Susu tergolong bahan makanan yang nilai gizinya paling lengkap. Mulai, protein, karbohidrat, dan zat besi dalam susu memperlancar peredaran darah. Termasuk, peredaran darah pada alat kelamin. Saat bersenggama, peredaran darah akan terfokus pada kelamin. Pada pria, susu memberikan efek lebih mudah ereksi.

Hanya, tidak dianjurkan penggunaan susu kental manis. Sebab, kandungan gula dalam susu kental manis relatif tinggi. Apalagi, sudah ada madu dalam minuman hangat itu. Sebagai gula yang bisa langsung diserap tubuh, madu menambah energi secara spontan. Energi berlebihan justru tidak baik karena membuat metabolisme tubuh meningkat sehingga lekas lelah. Lebih dianjurkan memakai susu segar berkadar gula rendah. Sifat khusus madu yang bisa memacu laju sperma juga baik untuk kesehatan reproduksi pria.

Bahan lainnya adalah telur. Meski tinggi kolesterol, produk dari ayam itu menjadi bagian pembentukan hormon. Proteinnya kaya arginin yang berfungsi merangsang hormon pertumbuhan, prolaktin, dan bahan penting lainnya. Arginin adalah cikal bakal NO (Nitric Oxide). Bahan tersebut berperan sebagai vasodilator (melebarkan pembuluh darah) pada alat kelamin laki-laki hingga terjadi ereksi.

Pilihan telur ayam kampung selama ini mendominasi racikan STMJ. Sebenarnya, ayam ras sah-sah saja untuk STMJ. Namun, kuning telur ayam kampung lebih besar daripada telur ayam ras. Inilah yang mengakibatkan telur ayam kampung lebih dianjurkan. Lebih besar berarti lebih banyak mengandung protein.

Bagaimana dengan jahe? Akar rimpang yang dipercaya menghangatkan badan itu kaya karbohidrat dan protein. Jika dipadukan dengan madu, jahe menyehatkan organ seksual, mencegah impotensi, serta ejakulasi dini.

Bahkan, selain membangkitkan gairah seksual, STMJ adalah obat mujarab bagi penderita gangguan tidur atau insomnia. Hal tersebut berkaitan dengan penyerapan zat gizi dalam STMJ yang sangat cepat. Efeknya, energi tubuh terpacu. Saat kadar energi tinggi tapi tanpa aktifitas, tubuh merespon dengan menghadirkan kantuk.

salah satu komponen racikan STMJ